Selasa, 16 Februari 2016

cerpen kukirimkan surga untuk ibu



Nama               :  Putri Fazila
Kelas                :  XII ips 1

KUKIRIM SURGA UNTUK IBU .

       Disebuah keluarga kecil hiduplah seorang anak yang bernama Neno Irawan. Aku dilahirkan dari rahim ibuku yang bernama Nelia dan ayahku bernama Kaziar. Aku adalah anak ke-4 dari 5 saudara. Kami tinggal di sebuah desa kecil yaitu Sungai Tutung. Aku terlahir dari keluarga yang tergolong sederhanya. Meski begitu aku tetap mensyukuri atas nikmat yang diberikan oleh allah kepada ku yang telah menghadirkan keluarga yang harmonis.  Waktu rerus berlalu hingga aku berlanjut dewasa.
       Disuatu pagi dengan pancaran surya yang mulai menerangi jendela-jendela kamarku, dengan lantunan berkokoknya ayam yang berisik terdengar tetapi aku tak kunjung beranjak dari tempat tidur dikamar kecilku. “kenapa Neno belum bangun ya? Udah jam segini” ! lalu ibu pun mengetok kamar ku “ Nenono” ayo bangun nak ini hari pertama mu sekolah setelah beberapa minggu libur . “ Neno ….. “ aku tak menyahut seruan dari ibu, aku masih terbuai dengan mimpi indahku. Setelah beberapa menit kemudian terdengar lagi gedoran pintu dari ibuku “Neno, apakah kau mendengar suara ibu nak ? “ kenapa kau tak bangun, ini sudah siang NO!!! .”aku pun menjawab “iya, ibu aku bangun”. Ayo keluar dari kamarmu, itu sudah ibu siapkan handuk untukmu”. “iya buk, jawabku dengan nada cuek. Setelah aku selesai berkemas akupun berangkat sekolah dengan berpamitan dengan ibuku .
       Setelah sampai disekolah Fikri menghampiriku.Fikri ini adalah teman sekelasku yang baik hati dan sangat bijaksana. Setelah beberapa saat di kelas bel sekolah pun berbunyi menunjukkan waktu jam pulang. “Fik,aku pulang dulu ya ! maaf aku tidak bisa menuggu lama-lama disini . “ iya no, tidak apa-apa”. Setelah aku berjalan menuju rumahku aku bertemu dengan teman sewaktu aku SMP. “ Hai….. no!! Masih ingat denganku ? ‘’ oh.. ya aku ingat “kamu JHGH kan ? iya benar “ kamu udah pulang sekolah ? udah yop, kita main dirumahku yuk !! Ayok !! saat itu aku tak sadar bahwa aku terbuai dengan asiknya bermain hingga larut malam. “yopa, aku pulang dulu ya , “yahh.. kok kamu pulang ? udah larut malam yop, ya udah hati-hati ya ga. Oke terima kasih yop, !!
       Sesampainya aku dirumah ibu telah menungguku di depan teras rumahku. “Aga … ya allah kenapa kau baru pulang ? “ maaf bu, aku tadi main di rumah yopa bu. Lain waktu kamu jangan sampai begini No ! “iya bu”. Udah sekarang kamu mandi, sholat dan habis itu ibu menunggu mu di meja makan. Setelah mandi akhirnya  aku pun lupa dengan pesan ibu untuk sholat “Ah … ya udah ibu tak melihat, dan aku pun menuju meja makan. “Bu, iya no !! dan ibu menghampiriku dengan mengelus kepalaku” Neno lain kali jangan telat pulang nak, kamu kan udah SMA,kamu bisa membagi waktu !! “ aku menjawab cuek “iya buk”.

       Keesokan paginya, ibu mengetuk pintu kamarku,”Aga…. “ayok sholat dulu,kita mendoakan ayahmu. “ibu sholat duluan aja, ntar aga nyusul soalnya agalagi baca buku untuk ulangan nanti.” Hatiku berkata “gak apa-apalah bohongin ibu sekali. Padahal sekarang aku masih tidur. “ Ga, kamu udah sholat tadi, “udah buk jawab ku”. Ibu aga berangakat ya !!
       Setelah sampai disekolah aku bertanya kepada yanto, “to kamu sholatkan ? “iyalah, kita kan udah balig jadi harus sholat dong. “ to kita udah lama kenal kan ?jadi banyak sedikit kamu tau tentang aku yang manja kepada ibuku. “iya aku tau “. To,kamu tau tidak tadi aku membohongi ibu dengan pura-pura bilang kalo aku udah sholat. “astigfirullah aga dosa besar , “aku ingatkan ya, kamu itu anak manja,semua manusia itu pasti akan kembali keasal mula iya diciptakan , kamu bakal menyesal nantinya sudah mebohongi ibumu”. Iya apa to? “ah.. kamu ini seperti anak kecil saja hal sekecil itu kamu pura-pura tidak tau saja”. Sesampai aku dirumah aku merasa heran, mengapa ibu tak berinteraksi bicara kepadaku, biasanya mengingatkan sholat,makan dll. Dan aku menjawab cuek,sok cerewet. Ibu kemana ya ! ah….. acuhakan saja, biasanya toh aku berbohong juga .
       Keesokan harinya,aku terlambat pulang dan aku bermain lagi dirumah yopa sampai larut malam. Dengan keasikanku , aku pun menghentikan “yop, udah ya aku pulang !! takut ibuku marah. “iya… ga, hati-hati. Sesampai didepan pagar,aku tak melihat ibu menungguku,biasanya setiap aku telat pasti ibu sudah menunggu didepan teras. “Ah…. Aneh ibu!!. Akupun bingung dengan perubahan sikap ibu kepada ku yang biasanya memanjakan ku dan sekarang berubah derastis. “ ibu kenapa ? “maaf aga pulang terlambat lagi” iya gak apa-apa”.
      Pada malam itu aku langsung menelpon yanto dan bercerita tentag perubahan sikap ibu . “gak apa-apa ga, mungkin ibumu menginginkan kamu agar jangan seperti anak kecil yang mau dinasehati saja ga . “benar itu yan ? aku berpikir ibuku kok gitu ya ? biasanya tidak begini . udahlah sudah masuk waktu sholat aku sholat dulu, saat ibu melihat ku sholat tidak ada tanggapan apa pun dari ibu .
       Dipagi itu, tidak terdengar ketokan pintu dari ibu lagi. “akulangsung terbangun sendiri dan melihat kekamar ibu”. Kok ibu tidur dilantai dengan berlapiskan sajadah dan memakai mukena ya “ Ah….mungkin ibu ketiduran abis sholat semalam “ aku bangun kan saja “ ibu…. Tak ada jawaban “ibu !! dan akupun langsung menghampiri ibu, ibu bangun bu…. “ibu!! Pada saat itu aku langsung menangis berteriak saat ada seorang ustad yang mendatangi rumahku, “pak kenapa ibu ? apa yang terjadi aku takmengerti,ibu dari tadi tak bersuara dan tak menyahut saat aku memanggilnya”. Tenang nak, saat beberapa menit kemudian “nak ,sepertinya ibu mu telah dipanggil untuk menghadap sang maha kuasa” aku menangis menjerit dan merasa terpukul dengan yang pernah aku lakukan kepada ibu. Aku menyesal dengan semua perbuatan ku saat itu tubuhku terasa kaku tak berdaya tak hentinya meneteskan butiran air di kelopak mataku tapi,apa dayaku aku harus berusaha mengiklaskan ibu. Dan penyesalan terbesar yang kulakukan aku tak pernah tau dan tak pernah menanyakan tentang penyakit yang diderita ibuaku tak sempat memberi perhatian kepada ibu, bahkan penyakit yang ia derita aku baru mengetahui setelah kepergiannya. Anak macam apa aku sedikt perhatian pun aku tak mengacuhkan. “ibu… maafkan aga yang tak memperdulikan ibu aga menyesal telah berbuat seperti ini. Ibu telah menjadi malaikat aga sekarang, maikat yang melindungi aga walau sekarang malaikat itu tak dapat aga lihat dengan mata aga sendiri.



       Ternyata penyakit yang dialami ibu sangat tidak ku sangka ustad, “kenapa ibu menyembunyikan dari aga” Aga mungkin ibu mu belum bisa menceritakan kepada mu masalah ini,mungkin kemarin ibu mu masih sok dengan keadaan nya. “ustad,tanpa aga sadari Aga telah durhaka kepada ibu” Aga .. kamu bisa membahagiakan ibumu dengan banyak berdoa untuk ibumu,perbanyak sholatmu perbanyak berzikir untuk membantu ibumu nak. “iya tad,aku tak akan mau mengulangi kejadian yang pernah kulakukan dulu, aku selalu membohongi ibu kalau disuruh sholat”. Alhamdulillah kalau kamu mau berbuat pasti ada jalan nak. Tad , ustad tau tidak ternyata ibu mengidap penyakit kanker hati stadium akhir tad, tadi Aga sempat memeriksa semua berkas yang ada dilemari ini ternyata aga mendapatkan sebuah berkas tentang kesehatan ibu. Ibu sudah lama mengidap penyakit itu tad, aga sama sekali tidak mengetahui ini tad. “udah aga, semua sudah berlalu jangan kamu jadikan penyesalan yang amat besar”. Kapan pun kamu mau kamu bisa bercerita kepada ustad semua masalah mu, ustad sudah menganggapmu sebagai anak ustad ga. “iya,makasih tad insya allah aga bisa mengikhklas kan semua ini.
       Setelah aku puas bercerita dengan ustad, aku pun menceritakan semua kepada yanto, “to, berarti sebelum kejadian ibuku meninggal itu semua sudahg menjadi tanda-tanda dengan perubahan sikap ibu terhadapku”. To, aku lemah, aku tidak kuat lagi,ibu yang selalu berada didekatku yang memanjakan ku kini tiada lagi to tidak ada lagi. Kemana aku harus mencari sandaran saat aku terpuruk to? Aku sebatang kara to… sebatang kara yanto “aga kamu masih punya aku sabahat yang selalu ingin mendampingimu saat suka duka aku siap menjadi sandaran mu, dan ibuku pun begitu ga, kau adalah saudara sekaligus sahabat baik ku,”aku yakin kamu bisa tabah, ayo kamu pasti kuat dengan semua ini.” Kamu harus selalu mendoakan ibu supaya ibu bisa melihat perubahan baik terhadapmu ga.”iya, aku ingin membuat ibu bisa tertawa bahagia disana.” Dibenak ku hanya ada beribu doa yang ingin ku panjatkan dan aku tak akan pernah mengabaikan sholat yang selalu ibu perintahkan kepadaku setiap hari. “iya ga, aku yakin  ibu mu tenang dialam sana karena ibu mu telah melihat banyak perubahan di dirimu aga.”
       Beberapa saat setelah itu, azan magrib pun berkumandang dan aku segera bergegas berwudu dan sholat kemesjid. Dengan niatku memohon ampunan atas dosa yang telah kuperbuat dan mendoakan ibu. “ya allah, kurimkan doa untuk ibu,ibu yang berjiwa besar yang mempunyai kasih sayang tak terhingga terhadap ku, ibu yang mempunyai beribu cara untuk membahagiakan aku. Ibu adalah seorang bidadari surga,kupanjatkan doa untuk menolong agar dilapangkan kuburnya kukirim surga terindah indah untuk ibu. Surge surge yang abadi untuknya, surga yang kekal yang membuat nya betah samapi aku mengikuti jejaknya. Sekarang ini sekencang apapun teriakan ku sekuat apapun tangisanku mungkin tak ternilai lagi hanya doa lah yangpaling ampuh untuk membahagiakan ibu. Disetiap doa hanya surga lah yang aku inginkan untuk ibu, surga adalah bingkisan istimewa ku untuk ibu untuk ibu yang melahirkanku untuk ibu yang selalu memperjuangkan ku untuk ibu yang selalu mebelaku.
       Tuhan ya robbi…. Jaga selalu bidadari surgaku disetiap sholatku aku mengirimkan lantunan doa surga untuk nya, asma asma allah penentram jiwanya. Tempatkn dia di tempat seindah indahnya yang kau punya. Aku tau hanya doa anak solehlah yang mampu membawa orang tua nya kesurga, lantunan doa ayat ayat mu yang indah dan merdu selau kudendangkan untuk kedua malaikat yang kusayangi. Aku bejanji dihadapanmu aku akan selalu bersembah diri dan setiap sujudku hanya untukmu dan orang tua ku dan oaring disekelilingku. Lantunan lantunan ayat mu kujadikan penentram dan pendamai hatiku dikalaku bersedih. Doa anak yang soleh lah yang mujarat bagi kedua orang tua nya. Kutitipkan bidadari dan pengeran surgaku kepadamu. Bidadari pelindung ku serta pangeran penyelamat ku.



----THE END ----

KISAH PENGALAMANKU



“AKU”

 Disebuah keluarga kecil hiduplah seorang anak yang bernama ”wanaya Irawan” lahir di Desa Baru Sungai Tutung tepatnya tanggal 24-November-1998. Aku dilahirkan dari rahim ibuku yang bernama Nelia dan ayahku bernama Kaziar. Kedua orang tuaku asli orang Sungai Tutung. Aku adalah anak ke-4 dari 5 saudara. Kami tinggal di sebuah desa kecil yaitu Sungai Tutung. Aku terlahir dari keluarga yang tergolong sederhanya. Meski begitu aku tetap mensyukuri atas nikmat yang diberikan oleh allah kepada ku yang telah menghadirkan keluarga yang harmonis.

Sewaktu SD aku sekolah di SD 20/III DS.BR.Sungai Tutung dan sekarang telah menjadi SD 02/III. Sewaktu SD aku sedikit merasa minder untuk bersosialisasi dengan teman sekelasku karena aku termasuk anak yang pemalu untuk memulai perkenalan. Dan beberapa minggu kemudian aku mulai nyaman dengan teman sebangku ku namanya Ruki.  Karena terlalu akrab masalah kecil menjadi besar sehingga menyebabkan aku dan Ruki berkelahi.
Aku tergolong anak yang pintar juga aktif. Kelas 1-4 sd aku mendapatkan peringat 1 berturut-turut dan kelas 5 peringkatku mulai menurun karena kurang mengulang pelajaran di rumah dan saingannya juga berat-berat. Pada waktu itu lagi-lagi aku berkelahi dengan Ruki karena dia mencemooh peringkatku. Padahal dia hanya bercanda kepadaku dan bermaksud untuk memotifasiku untuk lebih giat belajar. “wana kamu peringkat berapa...?” dengan wajah yang cemberut menjawab “menujun Ki !”  Hingga kelas 6 peringkat ku ternyata tidak naik. waktu pembagian lapor kami diwajibkan untuk mengambilnya harus ikut jalan-jalan baru waki kelas kami memberi lapor langsung kepada kami, tetapi aku tidak ikut dikarenakan waktu itu kakiku sedang sakit dan memaksa aku untuk tidak bisa ikut jalan-jalan dan tidak dapat langsung menerima lapor.

            Tamat SD aku melanjutkan sekolahku di SMP N 4 Sungai Tutung. Pada hari pertama sekolah kami dikumpulkan di lapangan dan di situlah aku mendapatkan teman di berbagai desa aku mulai mempunyai banyak teman yang tidak hanya satu desa saja. Aku mempunyai teman yang berasal dari Sungai Medang,Sungai Deras,Sungai Abu,Koto Lanang. Karena aku mulai puber menyebabkan aku suka bolos, tidak mau belajar, merokok, tidak bisa membagi waktu dan juga karena pengaruh dari teman pada akhirnya nilaiku benar-benar menurun drastis dibandingkan sewaktu SD. Kelas 2 kami melaksanakan MOS disitulah aku bertemu dengan seorang gadis yang anggun, perama melihatnya aku memberanikan diri untuk menyapanya “hai dek, namanya siapa?” dengan ramah ia menjawab “Nosa kak ! kakak ini namanya wanaya kan? “ “kok tau ?” “ya tau lah.tadi kan kakak sudah memperkenalkan diri dikelas kami !” “oh iya kakak jadi lupa. Mmm Nosa kakak mintak nomor hpnya boleh gak ?” “untuk apa kak?” “ya untuk kenal lebih dekat aja.boleh?” “boleh,nih catat !”. Nosa wanita yang menyadarkanku dan merubah hidupku menjadi lebih baik.  Dia merubah hidupku yang dulunya sering bolos,tidak mau belajar, sering merokok, menjadi orang yang lebih bertanggung jawab, rajin, dan mengajarkanku pentingnya nilai-nilai agama. Bahkan saat aku kenal dia peringkatku pun jadi meningkat. Aku sangat mengagumi gadis itu,bidadari surga... penuntun surgaku. Wanita yang hebat itu bukan ia yang menginginkan kesempurnaanku, namun ia yang mampu membuatku menyempurnakan kekuranganku. Dan karna hal itu memberanikanku untuk menyatakan cinta kepadanya

Waktu terus berlalu hingga aku berlanjut dewasa.
       Disuatu pagi dengan pancaran surya yang mulai menerangi jendela-jendela kamarku, dengan lantunan berkokoknya ayam yang berisik terdengar tetapi aku tak kunjung beranjak dari tempat tidur dikamar kecilku. “kenapa Neno belum bangun ya? Udah jam segini” ! lalu ibu pun mengetok kamar ku “ Neno … no” ayo bangun nak ini hari pertama mu sekolah setelah beberapa minggu libur . “ Neno ….. “ aku tak menyahut seruan dari ibu, aku masih terbuai dengan mimpi indahku. Setelah beberapa menit kemudian terdengar lagi gedoran pintu dari ibuku “Neno, apakah kau mendengar suara ibu nak ? “ kenapa kau tak bangun, ini sudah siang NO!!! .”aku pun menjawab “iya, ibu aku bangun”. Ayo keluar dari kamarmu, itu sudah ibu siapkan handuk untukmu”. “iya buk, jawabku dengan nada cuek. Setelah aku sadar bahwa hari ini pertama aku masuk SMA aku langsung bergegas menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap berangkat kesekolah. Selesai berkemas akupun berangkat sekolah dengan berpamitan dengan ibuku .

            Aku SMA di SMA N 13 Kerinci Sungai Tutung. Di SMA aku bertambah lagi banyak teman. Di sini aku menemukan titik kedamain. Di mana aku sangat suka dengan keheningan, ditambah pemandangan yang begitu memukau. Bel berbunyi panjang menandakan waktunya pulang. Saat diperjalanan aku terjebak hujan yang begitu lebat. Terpaksa aku mencari tempat berteduh untuk sementara menunggu hujan reda. Aku melihat 5 orang anak kecil yang sedang bermain di tengah-tengah lebatnya hujan “dek sini..” dan merekapun menghampiri ku.

Aku memperkenalkan diri dan menanyakan nama mereka satu per satu. Nama adik-adik siapa? Dan merekapun menjawab “Rivan, Rian, Budy, Irwan dan Nano” nama kelima anak itu.
Setelah kami saling berkenalan, mereka lalu bercerita tentang kehidupan mereka dan orang tua mereka. Aku jadi sedih dan prihatin.

Aku menunggu hujan reda ditemani dengan kelima anak tadi. Mereka membuatku sangat terharu sekaligus senang. Mereka punya cita-cita yang luar biasa. Mereka ingin menjadi tentara. Namun sayang, keadaan ekonomi mereka sepertinya mengharuskan mereka untuk mengubur impian mereka. Tapi tidaklah demikian dengan mereka berlima. Mereka tampak semangat dan yakin bahwa suatu hari mereka akan menjadi orang-orang hebat.

Kami saling bercanda. Aku melihat mereka dengan senyum terharu. Ku tanyakan cita-cita mereka dan dengan serempak mereka menjawab, “Tentara!”.
Mereka berkata bahwa mereka ingin sekali memegang senjata dan menembak musuh. Kami pun tertawa lepas dan menikmati hari ini.
Ku katakan kepada mereka bahwa untuk menjadi prajurit sejati, yang harus dilakukan adalah taat kepada orang tua, kepada Tuhan dan rajin belajar. Mereka mendengarkanku dengan serius. Aku melanjutkan bahwa semuanya itu harus dimulai dari dalam diri sendiri. Membantu orang tua menyelesaikan sesuatu, bertanggung jawab dengan tugas yang diberikan, setia-kawan, saling menolong, itu adalah sikap seorang prajurit.

***
Tak terasa 3jam lamanya hujan pun sudah berhenti.kamipun pulang kerumah masing-masing.
Dalam perjalanan pulang, aku tertegun. Ku lihat sang saka Merah Putih berkibar di senja, dan di sana teman-teman kecilku berbaris dengan manis menatap ke bendera, kemudian menatapkanku, mengangkat tangan dan member hormat untukku. Senyum lepas tersimpul di wajah mereka.
Pengalaman menyenangkan telah aku lalui dengan berbagai cerita dan nilai yang akan ku ingat selalu.


Minggu, 14 Februari 2016

AKU BANGGA JADI ANAK SEORANG PETANI

Kami adalah keluarga yang hidup sederhana, namun aku bangga punya ayah yang mampu menyekolahkan anaknya. Anak-anak hebat yang punya mimpi hasil didikan seorang petani.
selalu ku ingat adalah jasa-jasa, sikap, perjuangan, dan ketulusannya yang tiada batas. Ayahku memang hanyalah seorang petani biasa, bahkan mungkin hanyalah seorang buruh tani. Kalau sedang beruntung ayahku juga menjadi petani penggarap. Tugasnya menggarap sawah milik seorang tuan tanah. Ayahku tak memiliki sawah ataupun lahan. Satu-satunya sawah yang sering dikelola oleh ayah adalah sawah milik nenek.
Seperti petani yang lain ayahku selalu berangkat pagi-pagi, setelah sholat subuh. Waktu kecil kalau hari minggu biasanya aku ikut. Perjalanan dari rumah ke sawah satu jam, semuanya ditempuh dengan jalan kaki.

yang menjadi ingatan sampai saat ini. Waktu itu aku berangkat sekolah, dan ayahku berangkat kesawah. Ayah dan aku sama-sama jalan kaki, kami memang tidak berangkat bersama. Namun di pinggir jalan raya ketika aku berjalan menuju sekolah, aku melihat ayahku di pinggir pematang sekitar kurang lebih 100 m dariku, sedang berjalan membawa cangkul dan peralatan lainnya. Hatiku terenyuh. Aku terpikir. Aku berjalan dengan membawa pena dan buku, pergi ke sekolah menengah pertama, bebanku pun ringan. Sementara di sana ayahku berjalan dengan cangkul yang berat dan alat-alat pertanian lainnya. Kalau aku yang membawanya sendiri. Aku berjalan untuk menulis dan bertemu dengan teman-temanku dalam suasana riang. Sementara ayaku berjalan untuk mencari nafkah. Bergelut dengan panasnya sinar matahari. Bergulat dengan lumpur-lumpur sawah yang penuh dengan kotoran dan kuman.
Aku pun teringat, kalau semasa kecil ayah tidak merasakan bangku sekolah menengah pertama seperti. Ayahku hanya sempat mengenyam pendidikan Sekolah Rakyat,itu pun dengan penuh jerih payah. Sekarang anaknya, aku sekolah di SMA sama halnya dengan teman-temanku.sedangkan kakaku seorang tentara. Begitu bangganya ayah dan ibuku.terkadang pernah aku merasa iri dengan kakak ku,dan berfikir untuk lebih hebat dari kakaku.
Dari sana aku pun sadar, bahwa aku dibesarkan dari hasil bertani. Aku bahagia ketika ku bertani, berada di sawah. Hari-hariku ku habiskan dengan sawah. Tentunya karena aku teringat ayah yang seorang petani. Saat itualah aku berfikir ingin untuk melanjutkan studi di sebuah perguruan tinggi pertanian terbesar di negeri ini.
karna disekolah kami juga ada pelajaran pertanian, aku pun memahami tentang arti pentingnya pertanian untuk kehidupan ummat manusia. Seorang mantan rector yang telah wafat telah mengajarkanku arti pertanian sesungguhnya melalui buku yang ia tulis.
Saat kami belajar pertanian di sekolah aku pun teringat kembali akan ayahku yang seorang petani. kebanggaan pun muncul. Aku bangga mempunyai ayah seorang petani. Ia telah ikut serta menyelamatkan jutaan nyawa ummat manusia untuk kelaparan. Tanpa orang seperti ayahku, dunia ini akan berada dalam kehancuran dan peperangan terus menerus.
Petani adalah pahlawan kehidupan. Tanpa mereka kita tidak bisa makan. Tanpa mereka kita tak tahu mau makan apa hari ini.
Ketika melihat petani, aku selalu teringat ayahku, petani yang ku lihat dan ayahku mungkin tidak jauh berbeda. Ayahku kuat, gagah, sabar, tahan panas dan kotor. Cangkul selalu diayun untuk mengolah tanah, tanpa menghiraukan apakah cangkul itu akan mengenai kakinya atau tidak. Terik matahari di siang hari tak pernah dihiraukan. Tubuh pun hitam karena terbakar oleh sengat matahari. Tetapi itulah ayahku, seorang yang berjuang untuk membesarkan anak-anaknya. Ayahku tak tahu menahu tentang kebijakan pemerintah yang mungkin akan merugikannya dan teman-temannya.
Ayahku dan petani lain mempunyai nasib yang sama. Tetap kekurangan meski telah berjuang. Dikendalikan oleh tengkulak-tengkulak berduit. Dimanfaatkan oleh tuan tanah yang hanya ingin untung sendiri. Begitulah nasib petani kita. Menanam padi, tapi untuk makan berasyang bagus sulit. Menanam sayuran tapi tak penah makan sayuran.
Aku beruntung bisa sekolah.Aku belajar tentang pertanian Tapi yang terjadi sesunguhnya di petani kita, tak ada pertanian ideal yang sesuai dengan teori. Tapi dengan adanya aku di sini, untuk belajar aku pun jadi paham tentang apa yang harus aku lakukan dalam pertanian.
Aku mengemban amanah dari ayahku dan para petani seperti ayahku untuk memperbaiki nasib para petani. Bukan hanya nasib petani yang harus aku perbaiki. Aku juga harus mengubah wajah pertanian Indonesia. Pertanian berkemanusiaan, pertanian berteknologi tinggi, pertanian berkelanjutan, dan pertanian yang membawa kesejahteraan dan perdamaian.
Terima kasih AYAH!. Kau telah mengajariku menjadi seorang manusia utuh.
note: cerita tulisan ini hanya fiktif , ini adalah cara penulis untuk menuangkan ide dan pikiran melalui sebuah cerita seakan-akan ini adalah pengalaman penulis
kalau mau dianggap ini nyata juga boleh!!!


Jumat, 08 Januari 2016

Contoh Cerpen Lengkap Dengan Unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik


 ARIN DAN MIMPINYA


Arin berasal dari keluarga yang cukup harmonis yang terdiri dari ayah ibu dan dengan 2 anak perempuan mereka yaitu Arin dan Raty. Karena keterbatasan dana, sejak SMP Arin sudah bersekolah jauh dari orang tuanya. Dia tinggal bersama saudara dikeluarga ibunya. Seringkali ia merasa ingin bersekolah bersama keluarga, ibu, ayah dan 1 adiknya. Tapi sayangnya, ia sudah terlanjur meminta kepada orang tuanya untuk tinggal dan bersekolah dengan bibinya yang tinggal sangat jauh dari tempatnya berada.

Tiga tahun sudah berlalu, Arin meminta kepada orangtuanya supaya setelah lulus SMP ia melanjutkan kesekolah negeri dekat dengan orang tuanya. Permintaan itu dikabulkan oleh ibunya tetapi ayahnya sedikit keberatan. “kenapa kamu pindah, Rin ? apakah ada masalah di sekolahmu sehingga kamu ingin pindah?” tanya ayahnya. “Tidak yah, Arin ingin pindah sekolah karna Arin ingin mencari pengalaman lebih banyak lagi di sekolah lain” jawab Arin. “Lalu bagaimana dengan bibi mu, apakah dia setuju dengan keputusanmu itu?” tanya ayahnya. Dengan berat hati Arin menjawab, “Aku belum bicara kepad bibi, tetapi pasti aku akan mengatakan padanya segera”

Arin sebenarnya tahu jika orang tuanya merasa keberatan bukan karena dia harus tinggal bersama bibinya. Namun karena mereka tidak mampu untuk mensekoahkan Arin di sana. Arin pun bimbang dan ragu. Di satu sisi dia ingin kumpul lagi bersama orang tuanya, di sisi lain dia tahu ayahnya tak punya uang untuk menyekolahkannya. Hari demi hari berlalu, Arin semakin rindu kepada keluarga kecilnya. Tak jarang dia selalu menangis hingga larut malam.

Bibi Arin pun menyadari apa yang Arin rasakan saat ini. “Kamu kenapa nak?” tanya bibinya. “Aku baik-baik saja kok bulek, aku hanya sedang kelelahan,” jawab Arin. Sebenarnya Bibinya pun sudah mengetahui apa yang sedang Arin rasakan tetapi dia tak mau menambah beban Arin saat ini. “Nak bibi akan selalu mendoakanmu, Bibi juga akan selalu mendukung apa yang ingin kau lakukan, berusahalah dengan giat untuk mendapatkan keinginanmu,” nasehat bibinya. Setelah mendapatkan nasehat itu, Arin menjadi semangat. Meskipun Arin belum membicarakan masalah kepada bibinya, dia tahu bahwa bibinya akan selalu mendukungnya.

Beberapa hari setelah itu, Arin mendapat kabar bahwa sekolah SMAN 1 Bumi Putera di dekat rumah orang tuanya mengadkan lomba pidato dan pemenangnya akan diterima bersekolah disana dan mendapatkan beasiswa. Arin pun mengikuti lomba pidato itu dan akhirnya keluar sebagai pemenang. Dia pun memberitahukan kabar gembira itu kepada orang tua dan Bibinya.

Pada awalnya mereka belum menyetujuinya. Namun setelah mendapatkan penjelasan dari Arin, akhirnya permintaanny diperbolehkan oleh orangtua dan bibinya. Tapi sayang, pihak sekolah sempat menahan Arin karena prestasi-prestasi dari dirinya. Sekolah tidak mengizinkan Arin pindah ke SMA lain karna ia membawa prestasi cemerlang. Tetapi setelah mendesak kepala pimpinannya, akhirnya Arin diperbolehkan pindah. Ia sangat senang sekali. Ia juga sedih ketika ia berpamitan dengan teman-temannya yang sayang padanya. Arin berpesan kepada teman-temannya untuk selalu semangat dan giat dalam belajar dan juga tidak melupakannya.

Ketika masuk tahun ajaran baru, Arin pun bisa kembali berkumpul bersama orang tuanya. Ia berkumpul bersama ayah, ibu, dan adiknya. Rasa rindu yang sangat mendalam dapat berkumpul bersama keluarga walaupun makan dengan lauk sambal akan terasa lebih nikmat bila berkumpul bersama.
Advertisement
Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen “Arin dan Mimpinya”

1. Tema : Kebersamaan keluarga

2. Latar

Tempat : Rumah bibinya, Sekolah Arin, Rumah Arin
Suasana : Sedih (Tak jarang dia selalu menangis hingga larut malam), Bahagia (Dia pun memberitahukan kabar gembira itu kepada orang tua dan Bibinya), Haru (Ia juga sedih ketika ia berpamitan dengan teman-temannya yang sayang padanya)
Waktu : Malam (Terbukti saat Arin menangis karena rindu keluarganya), Pagi hari (Terlihat ketika Arin mengikuti lomba pidato dan berpamitan kepada temannya)
3. Alur : Maju
4. Tokoh: Arin (Antagonis), Bibi dan Ayah (Tritagonis), Tidak ada tokoh antagonis karena konflik yang terjadi adalah konflik batin tokoh utamanya
5. Penokohan:

Arin : Penyayang, Pintar, Berkemauan tinggi,
Bibi : Penyayang, Baik
Ayah : Pesimis, Baik

6. Sudut pandang : Orang ke tiga tunggal
7. Gaya Bahasa : Pengarang menyampaikaan ceritanya dengan bahasa yang mudah dimengerti tanpa kiasan sehingga cerita mudah dimengerti
8. Moral Value: Jangan menyerah dengan keadaan karean setiap masalah pasti ada jalan keluar
Unsur Ekstrinsik Cerpen “Arin dan Mimpinya”

1. Nilai-nilai dalam cerita

Moral : Saat tokoh Bibi mendukung apa yang akan dilakukan oleh Arin.
Perjuangan : Saat Arin tak berputus asa dengan nasibnya.
Kekeluargaan : Saat Arin berkumpul bersama keluarganya.

2. Latar belakang penulis

Penulis menjumpai beberapa fenomena di masyarakat tentang terpisahkannya keluaraga akibat keadaan. Fenomena ini banyak terjadi di masyarakat, oleh karena itu penulis ingin menginspirasi semua masyarakat khususnya yang memiliki keadaan yang sama untuk terus berjuang karena setiap ada masalah pasti ada jalan keluar.





 semoga bermanfaat :)


copas dari www.kelasindonesia.com



Rabu, 06 Januari 2016

mengenal SMA N 13 Kerinci

       
SMA NEGERI 13 KERINCI



     SMA NEGERI 13 KERINCI Terletak di kawasan Desa Sungai Tutung yang berdiri sekitar 5/6 tahun yang lalu.
Awalnya hanya terdapat beberapa kelas dan 1 kantor saja. Namun hingga sampai saat ini sudah terdapat 11, juga ruang osis, perpustakaan, ruang guru, ruang TU dan kepala sekolah. Bahkan baru-baru ini SMA N 13 Kerinci telah dapat membangun musalah dan laboraturium dan SMA N 13 Kerinci juga mempunyai alat musik drumband.
Kawasan SMA N 13 Kerinci sangat strategis,hening,nyaman dan jauh dari keramain yang mengganggu.Itulah alasannya di setiap sudut dipasang kamera pengintai tepatnya CCTV.
SMA N 13 Kerinci ini sangatlah disiplin dari segi apapun,setiap paginya bisa dilihat jam 7.00 hampir seluruh siswa telah memasuki ruang lingkup SMA N 13 Kerinci,tidak ada baju yang diluar,rambut para siswa identik dan mempunyai rambut ala SMA N 13 kerinci khususnya,siswa-siswanyapun juga rajin-rajin.jika ada salah satu murid yang tidak hadir selama 3 hari berturut-turut dengan tanpa keterangan,maka akan di (PO) atau dipanggil orang tua

SMA N 13 Kerinci ini adalah SMA yang sangat disiplin dan mempunyai banyak aturan yang mendidik.

Jumat, 04 Desember 2015

cara membuat blog

 Membuat blog cukup mudah sebenarnya.Boleh sambil buat sambil belajar.Yang penting kemahuan mesti ada.Banyak sumber sumber yang kita boleh perolehi untuk mempelajari blog.Untuk mencipta blog anda mestilah mempunyai akaun dengan blogger diwww.blogger.com.

Langkah langkahnya:
1.Klik pada sign up jika belum ada akaun gmail
2.Isikan butir butir dalam form  yang disediakan  dan klik pada next step
3.Anda akan dibawa ke langkah ke2 yaitu create your profile dan klik ke next step

4.Langkah ke 3 you all set anda Berjaya membuat akaun blogger.klik back to blogger untuk confirm profile anda.


5.Klik back to blogger
6.Anda dibawa ke dashboard blogger..klik pada new blog



7. Masukkan tajuk blog dan alamat blog anda dan pilih template yang dikehendakki.Kemudian  klik create blog




Perhatian pada langkah 2:disini anda perlu masukkan alamat blog.kalau tak boleh masuk alamat blog selalunya telah digunakan oleh org lain.

8.Anda dibawa kembali ke dashboard…klik pada start posting





9.Masukkan tajuk artikel pada title taipkan artikel pada ruangan yang disediakan dan klik publish untuk memaparkan posting anda.


nota:Bagi anda yang sudah mempunyai akaun gmail,anda boleh sign ke blogger dan anda bermula dengan langkah yang keenam

Kamis, 03 Desember 2015

cara agar postingan blog tampil di halaman pertama google

cara agar postingan blog tampil di halaman pertama google



cara agar postingan blog tampil di halaman pertama google / cara agar blog tampil pertama di google. halaman pertama atau nomor 1 di google oh andai saja ?? tidak bisa di pungkiri banyak postingan blog yang ada saat ini membuat setiap blogger ingin mengharapkan postingan blognya tampil di halaman pertama google. jika saja sebelumnya sobat sudah membaca postingan sayacara supaya blog menjadi nomor 1 di google tentunya sobat sudah sedikit memahami tentang langkah-langkah yang harus sobat tempuh. hehe padapostingan saya kali ini adalah sebagai tambahan untuk melengkapi postingan saya yang berjudul cara supaya blog menjadi nomor 1 di google. ok dah langsung saja nih sobat-sobat baca tapi mohon maaf apabila ada kesalahan pengetikan : hehe :)

-jika ingin membuat postingan usahakan sobat-sobat memperhatikan susunan kata-kata  untuk setiap judul postingan sobat-sobat sekalian karena susunan tersebut akan mempengaruhi kompetisi dalam search engine google. 
-Jika sobat sudah selesai membuat postingan usahakan sobat mendaftarkan url postingan blog sobat ke webmaster google gunanya agar supaya google lebih cepat mengcrawling postingan sobat-sobat sekalian.
-jika proses diatas sudah dilakukan jangan lupa lakukan backlink atau autobacklink kepada situs-situs berpagerank tinggi dan yan mempunyai alexa rank tinggi jika sobat-sobat ingin mengetahui cara menaikan alexa rank saya anjurkan sobat-sobat membaca cara agar ranking alexa blog kita naik.
-Submit direktori blog sobat-sobat sekalian ke web direktori www.best-web-directories.com
-tukar link text atau banner dengan blog lain dalam proses ini juga perlu dilakukan agar blog sobat mempunyai daya tarik kunjung yang di sebabkan oleh proses tukar link ini.
-iklankan bolg sobat ke penyedia layanan iklan gratis seperti
www.sebariklanbaris.com
www.biroiklan.net dan lain-lain

Saya ini juga termasuk orang baru diblog,kurang pengalaman dalam hal ini. awalnya punya blog saya langsung melihat urutan berapa postingan saya.setelah saya cari-cari dan di cari lagi kemudian terus dicari berikutnya dicari lagu tetap gak ada.ternyata sayanya gak submit url blog punyanya saya
dan sekarang postingan blog saya sudah bisa di temukan di google meskipun gak menjadi nomor 1. :D
mungkin ada teman teman yang senasip dengan saya,ada baiknya mengikuti langkah-langkah diatas
OKE SOB...
sekian dahulu sobat tentang cara agar postingan blog tampil di halaman pertama google. terimakasih karena telah membacanya :)