Rabu, 09 Maret 2016

puisi sosok ibu

Ibu….
Kasihmu bagai mentari pagi
bagai rembulan di malam hari
terangi relung yang kelam hangatkan jiwa

yang dingin kuatkan hati
yang rapuh ibu sungguh besar jasamu
tanpamu tiada aku di dunia ini
ibu terimakasih telah merawatku

dari aku lahir hingga saat ini
tanpa rasa letih dan mengeluh
engkau berikan segalanya untuk ku
ibu maaf kan aku yang sering membantah perintahmu,
mengabaikan nasehatmu,

maaf kan aku ibu
kini ku sadari betapa berharganya nasehatmu ,
aku merindukan mu ibu

Sosok Ibu – oleh Khanti febriyanti Batam centre, fb: Kanti Febri Yanti

Selasa, 08 Maret 2016

puisi perpisahan paling sedih

sebuah puisi saya persembahkan untuk penbaca setia bloh risa ismaya. tentunya dapat membantu teman-teman sekalian,apalagi seperti yang kita ketahui tidak lama lagi tiap sekolahan pasti akan mengadakan perpisahan dengan kakak kelas. puisi ini bisa untuk SD, bisa untuk SMP, dan juga untuk SMA.puisi perpisahan yang sedih dan mengharukan
LANGSUNG SAJA INILAH DIA PUISI PERPISAHAN.

PERPISAHAN
Alangkah diri ini terharu
Betapa sedihnya hatiku
Para guru dan sahabatku
Yang penuh keceriaan dan kebahagiaan Kini tiba saatnya Kita harus berpisah

Aku akan menerus cita-citaku
Do’a dan pintaku
Biar jauh dimata namun dekat dihati

Guruku . . .
Selama aku bertatap muka denganmu
Selama aku mengikuti pelajaranmu
Ku akui begitu banyak kedaifanku padamu
Maka pada saat ini ku mengharapkan maaf mu

Sahabatku . . .
Dulu kita bermain,bertanya dan bergurau
Tapi kini hanya tinggal gambaran saja
Seberkas kedamain dan keceriaan itu Kan terputus tak sementara waktu

puisi pesan untuk umat

PESAN UNTUK UMAT

Dunia . . .
Bumi kini diselimuti kegelapan
Rauk wajah mencerminkan kesedihan
Dunia memporak-poranda koin kehidupan
Alam semakin tak bersahabat mungkin . . . !

Ini suatu ujian bagi umat
Peringatan bagi yang kafir Yang lalai dan bangga dengan dosa-dosa
Agar menyadari begitu besar naungan
Allah

Tapi . . .
Ini semua tindakan umat
Pesan tuk umat,
hidup adalah gerbang ke akhirat
Jaga dan pelara lah diri agar selamat
Karena,tiada abadi satupun

Semua . . .
Semua kan berakhir
Dunia akan sirna
Mohon ampunlah
Jaga amanat Allah dan pesan Rasulallah

Minggu, 06 Maret 2016

puisi kejamnya duni

KEJAMNYA DUNIA

Dunia . . .
Engkau berikan kebahagiaan padaku
Engkau berikan kehidupan padaku
Tapi kini engkau rampas segalanya
Hingga tanpa bekas dan menjelma entah dimana

Engkau kejam . . .
Sahabat setia kini tinggal kenangan
Kisah kasih hanya tinggal kenangan
Masih adakah cobaan yang harus kujalani
Masih adakah rintangan yang akan kulalui

Seringkali ku bertanya pada bintang pada bulan Namun semua membisu dan mendiam
Betapa pedihnya kehidupan ini Kini
entah apalagi yang akan ku terima

Tiga anak kecil dengan wajah malu-malu
Berkata dan bertanya padaku
Akankah aku jawab dengan jujur
Haruskah aku buka lembaran
Hidupku pada mereka . . .

Sabtu, 05 Maret 2016

Cerpen

puisi tangisan setia


hai semua...
welcome to blog risa ismaya, saat ini risa akan berbagi puisi tentang tangisan setia. puisi ini udah lama banget pada zaman SD karna baru bongkar-bongkar ternyata masih kesimpan dan akhirnya dipos aja diblog siapa tau teman-teman pengunjung setia blog risa ismaya mencari puisi tangisan setia 

TANGISAN SETIA

Setelah sekian lama kita bersama
Bercanda,bercinta dan berkasih sayang
Tapi kini kalian sungguh kejam
Kejam dan tak mengerti akan diri ini

            Hari senin sore yang menghancurkan
            Disaksikan derasnya hujan turun
            Kalian sungguh telah berubah padaku
            Kalian hancurkan isi hatiku

Disaan itu kalian tinggalkan aku
Tampa sepatah kata dan lantaran senyum
Namun yang ku dapat hanyalah
Kata-kaa pilu yang menyakitkan

            Kalian gantung diriku tak bertali
            Kalian tinggalkan aku tanpa pesan
            Tangisan setia membasahi pipi
            Pulanglah oh kalian pujaanku

Hati ini merindu dan menunggu tiga iringan
Kehadiran kalian disisiku
Sore senin yang kejam

puisi tangisan setia




TANGISAN SETIA

Setelah sekian lama kita bersama
Bercanda,bercinta dan berkasih sayang
Tapi kini kalian sungguh kejam
Kejam dan tak mengerti akan diri ini

            Hari senin sore yang menghancurkan
            Disaksikan derasnya hujan turun
            Kalian sungguh telah berubah padaku
            Kalian hancurkan isi hatiku

Disaan itu kalian tinggalkan aku
Tampa sepatah kata dan lantaran senyum
Namun yang ku dapat hanyalah
Kata-kaa pilu yang menyakitkan

            Kalian gantung diriku tak bertali
            Kalian tinggalkan aku tanpa pesan
            Tangisan setia membasahi pipi
            Pulanglah oh kalian pujaanku

Hati ini merindu dan menunggu tiga iringan
Kehadiran kalian disisiku
Sore senin yang kejam